Kita Diciptakan Kudus

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
(Kejadian 1:26)

Pada awalnya, saya dan anda diciptakan TUHAN segambar dan serupa dengan-Nya. Apakah yang dapat kita tangkap dalam hal ini? Ya! kita diciptakan kudus sama seperti TUHAN yang adalah ALLAH Yang Kudus.

Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam:
“Kudus, kudus, kuduslah Tuhan
Allah, Yang Mahakuasa,
yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”
(Wahyu 4:8)

Jadi dengan alasan apalagi kita bisa berkata, “saya belum bisa hidup kudus“, padahal kita sudah diciptakan pada mulanya kudus oleh TUHAN YESUS KRISTUS.
Kita telah diberi tahu bahwa Allah Kuduslah yang berdiam dalam puji-pujian umat Israel atau umat-Nya. “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel” (Mazmur 22:3). Ayat Alkitab ini menghubungkan antara kekudusan Allah dan puji-pujian, dan mengemukakan bahwa saat kita memuji Dia, Dia berkenan bersemayam. Roh Allah tinggal dalam diri mereka yang lahir baru (baca 1 Kor. 3:16), tetapi tampaknya pujianlah yang membuat-Nya nyaman mendiami bait tubuh fisik kita.

Banyak orang Kristen berpikir bahwa jika mereka tidak hidup kudus mereka akan tetap selamat. Padahal pandangan, “sekali selamat tetap selamat” itu tidaklah benar. Sangat jelas tertulis di dalam Alkitab bahwa tanpa kekudusan tidak ada seorang pun yang akan melihat Tuhan (Ibrani 12:14).
Dari perjanjian lama sampai perjanjian baru hal ini tidak pernah berubah, karena di dalam perjanjian lama pun tertulis bahwa kita harus hidup kudus.

“Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu kudus.
(Imamat 19:2)

Jadi, jangan sekali-kali coba untuk bermimpi bahwa kita akan melihat TUHAN jika kita tidak hidup kudus! TUHAN itu memberitahukan kepada kita secara terang-terangan, bahwa ketaatan membawa berkat dan ketidaktaatan mendatangkan kutuk (Ulangan 11:8-32).
Anda dan saya diselamatkan hanya oleh karena iman, bukan yang lain (Efesus 2:8-10).
Tapi perhatikan, jika iman itu tidak disertai perbuatan maka hakikatnya iman itu adalah mati (Yakobus 2:14-26). Karena iman kita memperoleh kehidupan di dalam Kematian dan Kebangkitan-Nya, tapi jika iman itu mati, maka kita juga akan mati!

Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya –
(Efesus 1:11)

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
(1 Yohanes 2:6)

Jadi hanya di dalam Kristus kita memperoleh semua yang dijanjikan TUHAN.

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.
(Mazmur 29:2)

Kita tidak dapat menyembah TUHAN yang tidak kita kenal, itulah kenapa banyak orang Kristen mengabaikan pujian dan penyembahan kepada TUHAN disetiap detik, karena mereka belum mengenal siapa TUHAN itu.
Jika kita mengenal TUHAN yang kita sembah, tentu kita akan tekagum-kagum akan Kebesaran, Keagungan, dan Keindahan-Nya.
Sangatlah menyedihkan jika penyembahan hanya dihubungkan dengan musik, karena penyembahan lebih dari itu.
Penyembahan itu bersifat dekat, erat,pribadi, dan itu adalah hubungan antara kita dengan TUHAN. Jadi penyembahan bukan hanya terdiri dari kata-kata, tapi dalam tindakan nyata dalam melakukan Firman TUHAN dan setiap kehendak-Nya.
Kita tidak memuji TUHAN yang tidak kita kenal, tetapi banyak orang yang mencobanya dan kecewa karena DIA terasa begitu jauh.

Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku.
(Yeremia 15:16)

Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
(Mazmur 119:111)

Pengetahuan akan ALLAH dan jalan-Nya yang diperoleh melalui waktu-waktu dalam Firman-Nyalah yang membuat kita bersukacita dan penuh puji-pujian.
Apakah anda tahu apakah tujuan anda diciptakan? Allah selalu melakukan sesuatu dengan tujuan, dan kita adalah tujuan Allah di atas muka bumi ini. Alkitab mengatakan bahwa kita adalah umat kesayangan-Nya, atau dapat juga dikatakan bahwa kita adalah tujuan kesayangan-Nya.

Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.
(Ulangan 7:6)

Rancangan yang DIA miliki bagi hidup kita mengandung nilai yang tidak terhingga bagi-Nya dan bagi orang-orang yang akan menjalin hubungan dengan kita. TUHAN mengatakan bahwa kita diciptakan untuk menyembah. Tidak ada alasan yang lebih baik bagi keberadaan kita, jadi pasti ada sesuatu yang sifatnya sungguh-sungguh bermakna dalam tindakan menyembah. Yesaya 43:21 mengatakan: “Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”

Pada waktu itu, Allah mengacu pada bangsa Israel. Namun saat ini kitalah yang DIA maksud. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Petrus 2:9).

Tidak ada yang lebih berharga di mata Allah selain diri anda, dan tidak ada yang lebih DIA inginkan selain penyembahan. Karena di dalam penyembahan, TUHAN sudah menyediakan keindahan-Nya yang dunia tidak bisa berikan.
Jika anda mengiginkan kemerdekaan, kesembuhan, mujizat, dan hidup yang diubahkan. Jawabannya adalah penyembahan.

Tidak benar bahwa ada orang yang sempurna, tapi yang ada adalah orang yang mau disempurnakan.

Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
(Filipi 3:13-14)

TUHAN YESUS KRISTUS Memberkati.
Segala Kemuliaan Hanya Bagi Nama TUHAN.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s