Hidup Yang Utuh

Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
(1 Tawarikh 4:9)

Sering kekecewaan merobek-robek hati kita sampai hancur, bahkan masalah datang tanpa ampun menghantam kita dan meremukkan kita tanpa kenal kasihan. Sepertinya harapan kita hancur seketika itu juga! Ketika sudah tidak ada lagi yang mau perduli dan meludahi perjuangan kita, itu cukup untuk membuat hidup seseorang hancur dan berjalan sambil berteriak-teriak di dalam lorong yang gelap.

Yabes adalah orang yang pernah merasakan hidup di dalam kesakitan, karena arti nama Yabes sendiri adalah : “sorrowful, dry“.
Tidak ada orang tua yang sembarangan memberikan nama kepada anaknya, karena orang tua menginginkan suatu hari nanti anak itu menjadi seperti namanya. Rasanya tidak adil jika hanya karena seorang ibu sangat kesakitan ketika melahirkan, ia memberikan nama kepada anaknya dengan arti “sorrowful, dry“.

Tapi ditengah keadaan yang seperti itu TUHAN mengubahkan hidupnya ketika ia berseru kepada TUHAN. inilah yang dia minta:

  1. “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah”, ini berbicara tentang berkat yang diberikan oleh ayah seorang Israel ketika ia menumpangkan tangannya, karena begitulah dalam tradisi orang Israel ketika mereka menumpangkan tangannya kepada seorang anak sulung, anak itu diberkati. Artinya ia menjadikan TUHAN sebagai Bapanya dan meminta berkat TUHAN sebagai anak sulung dengan memohon TUHAN menumpangkan Tangan-Nya ke atas kepalanya dan Kasih Seorang Bapa yang membuat Yabes menjadi utuh.
  2. “dan memperluas daerahku”, Yabes meminta agar TUHAN melapangkan hatinya dan memperbesar karakternya.
  3. “dan kiranya tangan-Mu menyertai aku”, Yabes meminta penyertaan TUHAN dihidupnya, ia minta agar Kehadiran-Nya menjadi bagiannya.
  4. “dan melindungi aku dari malapetaka”, Yabes meminta perlindungan TUHAN disepanjang jalannya.

Kemudian TUHAN membuat hidup Yabes menjadi utuh, karena ia berseru kepada TUHAN dan meminta keempat hal tadi.
Bahkan Ayub juga pernah merasakan kehilangan yang sangat membuatnya terpukul,
ia kehilangan semuanya dan menjadi sangat terpuruk.

Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku,
cita-citaku.
(Ayub 17:11)

Tidak ada satu pun harta yang membuat kita menjadi utuh, bahkan keluarga kita juga suatu saat akan pergi meninggalkan kita kapan saja karena mereka tidak dapat hidup kekal di dunia ini.

Karena Ia tahu jalan hidupku;
seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
(Ayub 23:10)

Tidak perlu takut, TUHAN mengerti semua yang kita perlukan bahkan sebelum kita minta apa pun DIA sudah tahu kebutuhan kita.
Jika Ia mengizinkan masalah datang, itu bukan karena DIA jahat dan tidak tahu yang terbaik, DIA ingin kita menjadi murni dan timbul dari tengah masalah. DIA tidak pernah mencobai siapa pun, karena DIA tidak dapat dicobai. DIA selalu memberikan semua yang terbaik bagi hidup kita seturut Kehendak-Nya.

Ayub diproses sampai dia mengerti bahwa TUHAN tidak pernah merancangkan kegagalan di dalam hidupnya.

Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
(Ayub 42:1-2)

Anda dan saya diciptakan utuh oleh TUHAN, karena oleh karena Kasih-Nya kita dijadikan utuh. Jangan berpikir bahwa seorang pasangan akan membuatmu menjadi utuh. Karena manusia tidak akan dapat membuatmu menjadi utuh, bahkan terkadang ia membuatmu kecewa karena dia juga tidak sempurna sama seperti kamu.

Jangan berpikir bahwa hidup yang utuh adalah hidup yang bebas masalah, karena ketika kamu memperoleh masalah, tekanan, kekecewaan yang tidak dapat lagi kamu tanggung, kamu merasa hidup kamu sudah tidak lagi utuh. Mungkin itulah penyebab banyak orang yang mati bunuh diri, karena mereka berpikir bahwa tidak ada gunanya lagi hidup karena hidup mereka sudah berantakan dan tidak utuh.
Tekanan, kegagalan, masalah bukan bermaksud membuatmu menjadi tidak utuh, karena itu semua bermaksud untuk mengarahkan mata kita melihat DIA yang membuat hidup kita menjadi utuh.
Jadi ketika TUHAN Yang Sempurna itu Hadir, itulah hidup yang utuh meskipun ditengah banyak masalah.

Let Your love, God, shape my life with salvation, exactly as You promised;
(Psalm 119:41)

You will show me the path that leads to life;
– Your Presence fills me with joy and brings me pleasure forever.
(Psalms 16:11)

Biarkan Kasih-Nya dan Hadirat-Nya membuat hidup kita utuh, karena hanya kasih-Nya yang mampu membuat kita utuh. Hiduplah dengan Kasih-Nya dan pancarkanlah untuk orang disekeliling kita.

They are My own people,
and I created them to bring Me glory.
[ Isaiah 43:7]

TUHAN YESUS KRISTUS Memberkati..
Segala Kemuliaan Hanya Bagi Nama TUHAN YESUS KRISTUS..

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s