Pacaran (Hubungan)

Ketika kita menjalin suatu hubungan dengan orang lain, tentu kita tidak pernah mau dikecewakan oleh orang tersebut. Tapi, cobalah hitung sendiri, berapa kali kita sudah dikecewakan oleh orang lain? Jawabannya adalah buaanyaakk. Kita tidak akan pernah bisa mengelak ketika orang yang mengecewakan kita adalah orang terdekat kita, karena ketika kita diproses oleh orang terdekat kita, rasanya sangat sakit dan saya mengalaminya sendiri. Oleh karena itu, telitilah dalam memilih orang yang akan kita jadikan sebagai pendamping hidup kita, karena ketika kita sudah masuk ke dalam suatu ikatan pernikahan, tidak akan ada jalan keluar, kita harus menerima pasangan kita apa adanya.

Yang perlu digaris bawahi adalah pasangan sama sekali tidak akan pernah membuat kita menjadi utuh. Banyak orang mengira bahwa dengan berpacaran hidup mereka akan menjadi utuh dan sempurna, perspektif seperti itu adalah salah. Kenapa? Lihatlah pada awal mula manusia diciptakan, manusia diciptakan utuh oleh TUHAN dengan tanah liat, jika tidak utuh mungkin sekarang kita semuanya tidak punya kuping sebelah atau alis kita hanya sebelah kanan saja. Tentu saja kita semua utuh kan? Lalu untuk apa Adam diciptakan?

Manusia diciptakan untuk melakukan Kehendak TUHAN, menyelesaikan perkerjaan-Nya, dan untuk hidup berdasarkan Firman-Nya. (Kejadian 2:15-17)

Karena manusia adalah serupa dengan gambaran TUHAN, maka TUHAN ingin agar manusia itu hidup bergaul dengan-Nya dan melakukan pekerjaan yang sudah DIA siapkan bagi kita. Lalu apakah yang TUHAN katakan tentang seorang perempuan yang menjadi pasagan Adam?

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18)

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam, artinya perempuan juga diciptakan menurut gambar TUHAN. Perempuan diciptakan juga utuh sama seperti Adam. Perempuan juga mempunyai tugasnya sendiri, yaitu menjadi seorang penolong. Penolong apa? Penolong untuk mengeluarkan Adam dari kesepian? Tidak! Perempuan menolong Adam untuk menyelesaikan pekerjaan yang TUHAN berikan kepada Adam. Banyak kesalahan persepsi yang tertanam diantara pasangan-pasangan, itulah mungkin yang meyebabkan perceraian dimana-mana.

Banyak orang yang mengira dengan berpacaran dan menikah mereka akan hidup utuh, padahal seorang manusia mustahil akan membuat kita utuh! Hanya pekerjaan tangan TUHANlah yang membuat kita utuh sama seperti ketika pertama kali kita diciptakan oleh Tangan TUHAN secara utuh! Bukankah tanpa campur tangan TUHAN kita hanya tanah liat yang tidak utuh? Tanpa campur Tangan TUHAN dan nafas hidup/Roh-Nya, kita tetaplah tanah liat! Kasih-Nya yang membuat hati kita menjadi utuh, bukan orang lain. Ketika Hawa diciptakan Adam sedang dalam posisi tidur karena TUHAN membuatnya tidur nyenyak, artinya TUHANlah yang menentukan pasangan kita karena kita tidak tahu apakah pasangan kita itu tepat atau tidak, hanya TUHANlah yang tahu apa yang terbaik bagi hidup kita. (Kejadian 2:21-22)

Adam yang pertama membawa kita kepada dosa dan maut, tetapi karena Anugrah TUHAN, DIA mengutus Adam yang ke dua agar seluruh manusia memperoleh pembenaran di dalam Darah-Nya (Roma 5:1-21). Ketika TUHAN mengambil rupa seorang manusia, DIA menunjukkan kepada kita tujuan hidup kita yang selama ini hilang ketika kita jatuh di dalam dosa, yaitu melakukan kehendak Bapa (Yohanes 4:34). Hanya di dalam Persekutuan dengan-Nya dan oleh Kuassa Roh-Nya DIA menjadikan kita utuh, jangan pernah lari kepada orang lain untuk menjadikan kita utuh, karena banyak orang yang sudah pernah mencoba dan hasilnya gagal.

“Karena perceraian adalah hal yang paling sakit yang pernah kita rasakan dalam hidup”

Quoted from Neti Timorang

Pilihlah pasangan yang sepadan, karena terang dan gelap tidak akan pernah bisa bersatu (2 Korintus 6:14-15). Ada suatu rahasia yang besar dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, yaitu hubungan antara Kristus dengan jemaat (Efesus 5:31-33). Kasih Kristus yang menjadi dasar dalam mengikat suatu hubungan yang bernama pernikahan, jadi sudah seharusnya masing-masing pasangan baik laki-laki maupun perempuan membiarkan hatinya dipenuhi dengan Kasih Kristus, karena tanpa Kasih Kristus suami-istri akan mudah sekali tersinggung, bertengkar, sehingga rumah tangga mereka akan hancur.

Tentukanlah tujuan kita berpacaran, karena tujuan sebenarnya dari pacaran adalah untuk pernikahan. Seriuslah dalam menjalin hubungan, karena jika kita hanya pacaran untuk main-main maka hanya akan ada sakit hati. Saya punya resep pacaran anak TUHAN yang saya dapat dari teman saya, silahkan coba, top cer ini:

Resep Pacaran Anak TUHAN

Bahan untuk Dasar
1 pak Kasih Kristus
1 mangkuk besar Firman Allah
1 pak Doa

Bahan untuk ISI
1 Pria dan 1 Wanita, pilih yaang benar-benar matang
1 gelas Kasih Sayang Murni (KSM)
2 sendok Komitmen
2 sendok Komunikasi
1 butir Kesamaan Visi
1 potong Restu Keluarga
Rasia dan Emosi secukupnya
Bahan untuk HIASAAN/TOPING
Humor Segar,
Kegiatan Pelayanan, masing-masing dipotong kecil.
Pergi Bareng secukupnya.
Telpon-Telponan sesuai selera.
Cara Membuat
1. Untuk Dasar :
Kocok lepas Kasih Kristus sampai mengembang, tambahkan Firman ALLAH dan Doa, aduk sampai rata dan tidak lengket, sisihkan.
2. Untuk ISI :
Cuci bersih Pria dan Wanita, kupas, dan buang semua kotorannya. Rendam dalam KSM secara merata (bila Kasih Sayang sungguh-sungguh murni, akan mudah menyerap ke dalam).
3. Sesudah menyerap, lumatkan jadi satu sambil perlahan-lahan dicampur dengan Kesamaan Visi dan Restu Keluarga. Bubuhkan rasio dan emosi.
4. Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi, aduk rata.
5. Untuk TOPPING :Campurkan semua
6. Siapkan mangkuk ceper/loyang. Alasi semua dindingnya dengan bahan dasar. Jangan tipis-tipis.
7. Ke dalamnya masukan bahan isi sampai penuh, taburi atasnya dengan campuran Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng dan Telpon-telponan secara merata.
8. Panggang dengan api sedang sampai berwarna coklat keemasan dan harum. Siap disajikan hangat-hangat.Saran Penyajian
Kue ini bisa dimakan kapan saja, asal tidak disajikan beku/dingin atau terlalu panas. Seandainya mulai terasa garing, tambahkan Humor Segar, Kegiatan Pelayanan, Pergi Bareng dan Telpon-Telponan. Lama persiapan kira-kira 3 bulan (tergantung kematangan pria dan wanita)
Lama masak kira-kira 1 bulan (tergantung Doa dan Firman Allah)
Daya Tahan
Lama. Percaya Deh!
Gbu abundantly…
^.^v

TUHAN YESUS KRISTUS Memberkati..
Semuanya hanya untuk TUHAN 🙂

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s