Menerima

Mengampuni tidak semudah yang diucapkan, terkadang prakteknya lebih sulit dilakukan. Tapi ternyata banyak ayat-ayat Alkitab yang mengharuskan kita untuk mengampuni. Salah satunya adalah ini:

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.(Matius 22:37-39)

TUHAN katakan bahwa keduanya adalah “sama”. Mengasihi TUHAN dan manusia bobotnya “sama”, oleh karena itu kita tidak bisa berkata ,”TUHAN aku mengasihi-Mu”, sebelum kita juga berkata kepada sesama kita manusia “aku mengasihimu”. Karena kedua hukum tersebut adalah satu dan tidak dapat terpisahkan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan (Lukas 11:46).

Sampai berapa kali kita harus mengampuni? Tidak ada batasan, karena semua kesalahan kita juga sudah diampuni, maka kita harus juga mengampuni (Matius 18:21-35). Sulitkah mengampuni? Jika kita mau, tidak! Tapi jika kita tidak mau, ya!
Bagaimana jika orang yang harus saya ampuni itu adalah orang tua saya? orang terdekat saya? ia sering membanding-bandingkan saya? karena ia gagal menjadi contoh yang baik buat saya?
Selama orang tua kita masih hidup, adalah kewajiban kita untuk menghormatinya. Karena jika tidak maka janji TUHAN tentang hidup bahagia dan panjang umur selama kita di bumi akan tidak berlaku (Efesus 6:1-3).

Sebagai anak kita berada di bawah otoritas orang tua kita selama kita hidup, jadi adalah kewajiban kita untuk tunduk kepada orang tua kita, entah orang tua kita baik atau jahat  (1 Petrus 2:18-21). Ketaatan selalu mendatangkan berkat, Firman TUHAN katakan jika kita taat kepada orang tua kita, kita sedang melakukan apa yang indah di mata TUHAN. (Kolose 3:20)

Jika kita tidak mengampuni, maka TUHAN juga tidak mengampuni kesalahan kita. Bukankah itu jelas dalam doa Bapa kami yang berkata “ampunilah segala kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Jika TUHAN tidak mengampuni kesalahan kita, maka teranglah kita tidak mendapatkan bagian dalam Kerajaan-Nya.

Dalam Hadirat-Nya saya merasa diampuni dan diterima, meskipun dalam segala kelemahan dan kekurangan saya. Jadi saya harus melakukan hal yang sama, yaitu mengampuni dan menerima..
Mungkin kita berkata “ini terlalu menyakitkan! saya tidak kuat!” Berserahlah kepada TUHAN dan katakan “saya tidak kuat Bapa, tapi saya tahu bahwa bersama-Mu saya selalu dimampukan oleh Kasih Karunia-Mu. Dalam tanganku tidak ada kekuatan dan kakiku sendiri tidak ada kekuatan untuk melangkah. Karena dalam Tangan-Mulah kekuatan dan Engkau yang berkuasa menentukan langkah-langkah orang..
Sekarang inilah aku TUHAN, ini saya apa adanya..
mampukan saya! mampukan saya!” saya yakin Kuasa TUHAN turun untuk memampukan kita.
naikkan kedua tangan kita tanda berserah, jangan andalkan kekuatan kita sendiri..
percayalah Api Roh Kudus akan turun membakar kita sehingga kita dimampukan oleh Kuasa-Nya..

Mungkin hanya ini yang bisa saya tuliskan, biar selebihnya Kuasa Roh Kudus yang bekerja untuk memapukan kita ketika kita mencari-Nya..

semuanya untuk TUHAN..
TUHAN YESUS KRISTUS Memberkati..

406967_461114023931166_325007615_n

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s