Nuh, Daniel dan Ayub

biarpun ditengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawa mereka sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
(Yehezkiel 14:14)

Ketika TUHAN hendak membuang orang Israel, ketiga orang inilah yang TUHAN sebut sebagai orang yang akan selamat kalau mereka ada di tengah-tengah orang Israel. Tentu mereka ini adalah orang yang sangat berbeda di Mata TUHAN. Hal tersebut yang akan coba kita cari untuk mengetahui bagaimana caranya tampil beda untuk TUHAN.

  • Nuh:
    – orang yang benar dan tidak bercela, hidupnya bergaul dengan TUHAN (Kejadian 6:9);
    – taat (Kejadian 6:22);
    – seorang penyembah (Kejadian 8:20).
  • Daniel:
    – berkomitmen (Daniel 1:7-15);
    – penuh hikmat dan pengertian dari TUHAN (Daniel 1:17);
    – seorang yang dekat dengan TUHAN (Daniel 2:20), (Daniel 6:11).
  • Ayub:
    – takut akan TUHAN;
    -saleh, jujur;
    -seorang penyembah;
    – meskipun ia kaya, tapi hatinya tidak melekat kepada harta.
    (Ayub 1:1-21)

Ketiga orang tersebut adalah orang-orang yang luar biasa diberkati hidupnya dan menduduki posisi yang tinggi. Ketiga orang itu juga memiliki karakter yang baik dan menarik hati TUHAN. Ada satu karakter yang tidak terlepaskan dari ketiga orang tersebut, yaitu “hati seorang penyembah”.

  • Nuh: mempersembahkan korban bakaran ketika keluar dari bahtera, sehingga TUHAN berjanji tidak akan menghukum bumi lagi dengan air bah. (Kejadian 8:20-22)
  • Daniel: dalam setiap keadaan ia tetap memuji TUHAN, sampai ia dilempar ke gua singa karena diadukan oleh pejabat tinggi dan wakil raja orang Media. (Daniel 6:13-17).
  • Ayub: ia mempersembahkan korban bakaran untuk anak-anaknya setiap hari, bahkan ketika semua harta dan anaknya terkena petaka sehingga habis, Ayub didapati tetap memuji TUHAN. (Ayub 1:21)

Karakter itu yang selalu ada atas setiap orang yang TUHAN berkenan kepadanya. Apakah mereka tidak ada masalah? Tentu saja mereka punya. Nuh harus mengalami masa dimana air bah meliputi bumi dan hanya ada kematian dimana-mana, Daniel harus mengalami masa pembuangan dan dilempar ke gua singa, Ayub harus mengalami barah yang busuk di sekujur tubuhnya. Apakah masalah itu karena TUHAN tidak berkenan kepada mereka lagi? Tidak!
Setiap orang pasti memiliki masa-masa sukar yang harus dilewatinya tanpa harus mengeluh dan tanpa harus mengerti kenapa. Tidak semua hal harus kita mengerti, terkadang ada bagian-bagian tertentu dalam hidup kita yang tidak kita mengerti kenapa itu harus terjadi. TUHAN memiliki rancangan-Nya sendiri dan rancangan-Nya bukan rancangan kita, oleh karena itu kita terkadang tidak mengerti kenapa hal-hal tertentu harus terjadi dalam hidup kita.

Ketika Abraham dituntun TUHAN keluar dari Haran menuju tanah Kanaan, ia tidak mengetahui ke arah mana ia akan menuju. Abraham tidak bertanya kepada TUHAN “kenapa saya harus pergi?”, melainkan Abraham taat atas setiap perkataan Firman TUHAN dan hidupnya diberkati TUHAN. Banyak hal yang harus Abraham lewati dalam perjalanan imannya, sampai bagian yang paling istimewa dari hidupnya harus diberikan yaitu Ishak, anaknya yang tunggal.(Ibrani 11:7)

Mungkin jalan yang harus kita lewati tidak mudah sekarang, tapi tetaplah taat, setia, dan percaya kepada setiap Firman TUHAN. Firman TUHAN itulah yang akan memberikan kita arahan untuk tetap berjalan di dalam Kehendak TUHAN, sehingga hidup kita baik, terpelihara, dan sempurna dalam Tangan TUHAN.

Jika kita melihat sekeliling kita, maka kita akan mendapati bahwa semua orang juga mengalami pergumulan dan masalah dalam hidupnya, karena demikianlah tertulis:

Bukankah manusia harus bergumul di bumi,dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?
(Ayub 7:1)

dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
(Kejadian 3:19)

TUHAN mengijinkan setiap masalah terjadi dalam setiap hidup kita untuk memperbesar kapasitas kita dan mengeluarkan sesuatu yang indah dalam hidup kita. Jadi, jangan pernah berhenti percaya dan berharap. Mintalah TUHAN untuk selalu menguatkan kita dengan Kuasa Roh Kudus-Nya. Di dalam persekutuan yang manis dengan-Nya akan terasa “musim semi” yang indah, dengan aroma kesegaran, dan pembaharuan yang dikerjakan-Nya dalam hidup kita.

spring time

-with love-

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s