Penderitaan

Banyak hal yang bisa membuat kita sakit hati atau kecewa. Ada waktu dimana kita berkata “sakit, hati saya sakit, saya mau lari dan hilang!“, dan tidak ada seorang pun yang bisa merasakannya, mengerti, atau menolong kita keluar dari rasa sakit hati kita. Mungkin mereka hanya akan berkata “kamu harus kuat, semuanya akan baik-baik saja“. Bahkan, ada orang yang meremehkan rasa sakit hati kita atau malah menghina kita ketika kita disakiti atau menambah parah lukanya. Itu mereka lakukan karena mereka hanya manusia biasa yang juga punya masalah.

Tapi saya mau ingatkan bahwa, setiap kita memiliki salibnya masing-masing untuk dipikul. Ketika saya merasa sangat tersakiti dan kecewa, TUHAN ingatkan saya bagaimana ketika Ia memikul Salib-Nya untuk saya. Untuk sampai ke bukit Golgota, TUHAN YESUS KRISTUS mengalami perjalanan yang tidak mudah. Bayangkanlah apa yang TUHAN alami untuk sampai ke sana, memberikan Diri-Nya untuk menghidupkan banyak orang.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
(Matius 10:38)

Tidak akan mungkin ketika perjalanan ke sana TUHAN akan diperlakukan dengan ramah dan orang berkata “mari, itu sebentar lagi bukit Golgota kelihatan, bentar lagi sampai“. Ia pasti diperlakukan dengan kasar karena mereka membenci dan menolak-Nya sebagai TUHAN dan RAJA. Mungkin, TUHAN dipukul, diludahi, dan harus terjatuh berulang-ulang untuk sampai ke bukit Golgota. Perjalanan yang harus kita lalui juga memang tidak mudah, kita harus terus berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak. Banyak orang yang lari karena pintunya terlalu sesak untuk dimasuki, tapi baiklah kita tetap berjuang, setia, dan tekun agar kita bisa masuk melalui pintu yang sesak itu dan hidup.

Ketika bangsa Israel dibawa TUHAN keluar dari tanah Mesir, mereka tidak langsung melihat tanah Kanaan yang subur itu. Tapi mereka harus melewati padang gurun yang sangat panas pada waktu siang dan sangat dingin pada waktu malam, tapi Kehadiran TUHAN membuat mereka mampu melewati semua itu, karena TUHAN menjadi tempat naungan dan yang memberi kehangatan bagi mereka.

Yang kuhendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia di dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.(Filipi 3:10)

Dalam persekutuan dalam penderitaan-Nya, kita menjadi serupa dengan Kristus di dalam kematian-Nya. Jika kita menjadi serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya, maka yang tinggal hanya akan ada DIA, yaitu Kasih. Kita semua akan terus dibentuk dan dimurnikan pada akhir jaman ini (Daniel 12:10). Pastikan kita adalah orang yang akan menyongsong TUHAN di awan-awan dan bukan orang yang mundur (Ibrani 10:37-38).

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
(2 Timotius 3:12)

Kita sedang melihat sekarang ini kebenaran dan ketulusan dibuang orang jauh-jauh, dan orang yang jahat akan menjadi semakin jahat. Bagi kita yang mau hidup beribadah di dalam Kristus kita akan menderita aniaya. Tapi, penderitaan kita di dalam Kristus menghasilkan ketekunan untuk semakin mengenal Kasih Kristus yang dicurahkan oleh Roh Kudus dalam hati kita, sehingga oleh ketekunan itu kita menghasilkan buah yang matang, menjadi sempurna dan utuh. (2 Petrus 1:5-11), (Roma 5:3), (Yakobus 1:2-4).

Penderitaan harus kita alami, tapi bukan untuk membuat kita lemah, melainkan agar Kuasa Kristus semakin dicurahkan dalam kehidupan kita secara sempurna (2 Korintus 12:9). Kita harus memikul salib kita dan melalui perjalanan iman yang tidak mudah. Oleh karena itu TUHAN YESUS KRISTUS katakan:

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.(Yohanes 16:1)

Kisah Para Rasul 7:55, 57-59  Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.
Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.
Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”

Rahasia dibalik penderitaan sekarang ini adalah KEMULIAAN!

Roma 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Kisah Para Rasul 14:19-20 Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.
Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri megelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.

Tidak tahu lagi bagaimana sakitnya ditimpuki sampai disangka orang-orang sudah mati. Tapi saya percaya bahwa TUHAN mengizinkan hal-hal tertentu yang meyakitkan dalam hidup kita, di luar kemampuan kita, untuk membawa kita kepada kemuliaan. Paulus saat itu di bawa ke tingkat yang ketiga dari sorga (2 Korintus 12) ketika ia dikira sudah mati.

Jika ada hal-hal yang menyakitkan dan pahit dalam hidup kita, jangan mudah menyerah. Justru, datanglah pada TUHAN. Untuk hal-hal yang tidak kita mengerti kenapa harus terjadi seperti itu, percayalah bahwa TUHAN telah menyediakan kemuliaan di baliknya.

“Karena itu aku senang dan rela di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” 2 korintus 12:10

Salib-Yesus

Let GOD be highly praised and exalted
-with love-

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s