TUHAN Dengar

Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan! Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.”  Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.
(Mazmur 31:22-23)

Sebagai orang percaya, hidup saya tidak terlepas dari yang namanya masalah. Bagian yang terberat dari itu adalah ketika saya harus menghadapi kegagalan ketika hendak masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur SNMPTN untuk yang kedua kalinya. Hal itu tidak mudah bagi saya untuk menerimanya, sempat ada beberapa kata-kata umpatan yang harus saya telan ketika kegagalan saya hadapi. Itu cukup membuat hati saya hancur. Namun, saya bersyukur karena TUHAN tidak pernah meninggalkan dan salah menilai saya.

Ketika saya dalam keadaan hati hancur, saya mengikuti ibadah pemuda di gereja saya, waktu itu ada hamba TUHAN yang melayani di situ. Ketika selesai pujian-penyembahan, tiba saatnya untuk ‘altar call‘, saya sudah tidak ingat apa latar belakang altar call itu, tapi yang saya ingat waktu itu saya maju. Waktu itu TUHAN berbicara kepada saya melalui hamba TUHAN itu “kamu tidak bodoh seperti yang dikatakan, kamu memiliki banyak kelebihan.” Saat itu saya mulai mengerti bahwa TUHAN mendengar semua makian yang ditujukan kepada saya dan DIA perduli.

Selama perjalanan hidup saya sampai sekarang bersama dengan TUHAN, keindahan demi keindahan saya nikmati meskipun di tengah badai. Ketika saya mulai untuk bersekutu dengan-Nya, terasa sangat hangat dan menyegarkan. TUHAN tidak pernah tolak saya ketika saya datang, meskipun saya ini punya banyak sekali kelemahan. Kehadiran-Nya menerima saya dan itu membuat saya pulih. Pernah satu kali ketika saya berdoa, saya katakan pada TUHAN bahwa saya punya banyak sekali kelemahan, punya banyak cacat, cela, saya ceritakan semuanya…dan saya dengar TUHAN berbicara dalam hati saya “kamu Biji Mata-Ku..kamu Biji Mata-Ku , Suara-Nya membuat saya mengerti bahwa saya diterima tanpa syarat. Saya juga mengerti bahwa saya tidak berbicara sendirian, ada TUHAN yang mendengarkan saya dan itu nyata.

ayah-dan-anak

Alasan kenapa saya suka berlama-lama bersama TUHAN adalah karena pada saat persekutuan yang dekat itu saya dikuatkan, ada damai yang sungguh nyata, ketenangan, dan saya diubahkan. Ada Kehadiran ABBA yang saya sukai, rasanya itu jauh lebih indah dari hidup saya sendiri. Banyak hal yang saya ceritakan kepada TUHAN, semuanya tentang saya. Bersekutu dengan TUHAN saya lakukan kapan pun, saat saya sedang jalan, atau di mana pun. Orang lain tidak akan mengetahui saya saat itu sedang berdoa, karena saya tahu TUHAN mendengarkan kita kapan pun. DIA adalah TUHAN tanpa batas, jadi jangan pernah batasi DIA.

Ini semua saya tuliskan dalam format kesaksian, tidak semuanya saya masukkan di sini, tapi saya harap ini cukup. Jika hari ini, siapa pun yang membaca ini terdorong untuk memiliki persekutuan dengan TUHAN. Mulailah sekarang, baca Alkitabmu sekarang, TUHAN berbicara melalui Firman, doa, dan banyak cara lainnya. Terus dengarkan Suara-Nya, karena kita adalah domba-domba TUHAN, kita butuh dengar Suara Gembala Agung kita, yaitu YESUS KRISTUS. Haleluyah!

In HIM, Through HIM, For HIM

JESUS CHRIST, EL-SHADDAI

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kesaksian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s