Pasangan Hidup

Meskipun hanya Kristus yang menjadi teladan dalam kehidupan saya secara pribadi, tapi saya menaruh perhatian kepada orang-orang tertentu yang hidupnya menurut saya berkenan di hadapan TUHAN. Salah satunya adalah Daud. Namun bertolak dari pada itu, saya menaruh perhatian kepada hamba-hamba TUHAN yang hidup pada zaman ini yang menurut saya relevan dengan keadaan saat ini karena mereka masih hidup. Orang itu salah satunya adalah Philip Mantofa.

Saya pernah membaca bukunya yang berjudul Before 30. Waktu itu buku itu dipinjamkan kepada saya oleh seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti saudara saya sendiri, saya tidak sebutkan namanya karena takut privasinya terusik. Menurut saya, buku itu adalah buku yang satu-satunya menyuarakan secara gamblang bahwa tidak ada buku rohani lain yang lebih penting dibandingkan dengan Alkitab. Di situ dijelaskan bagaimana Alkitab hamba-Nya itu mengeluarkan minyak yang harum sebagai tanda bahwa buku yang paling diurapi dan berkenan di hati TUHAN adalah Alkitab.

Bagaimana ia akhirnya bertemu dengan pasangan hidup yang saat ini menjadi istrinya dan keluarganya terlihat sangat bahagia. Beginilah foto pernikahannya yang saya ambil dari instagram beliau dengan tulisan seperti ini: If I were born into this life over & over again, you’d still be my choice. Happy wedding anniversary, @irenemantofa , thanks for saying “I do” 15 years ago..#21 August 1999 (Jika aku lahir ke dalam hidup ini lagi dan lagi, engkau akan masih menjadi pilihanku. Selamat hari ulang tahun pernikahan, @irenemantofa, terimakasih untuk mengatakan “aku mau” 15 tahun yang lalu..#21 Agustus 1999).

example

Beliau dipertemukan oleh istrinya dalam sebuah ibadah ketika beliau dan istrinya sedang dalam sebuah persekutuan dan datang lebih cepat. Untuk lebih lengkapnya silahkan nikmati videonya dalam Before 30 show – Mujizat Tulang Rusuk.

Buat saya pribadi pun pasangan hidup bukanlah suatu yang harus buru-buru dipaksakan. Fokus lebih dahulu dengan TUHAN dan masa depan adalah hal yang saya kedepankan. Saya selalu yakin bahwa TUHAN pasti mengarahkan saya ke arah itu, Ia mempersiapkan saya untuk tulang rusuk saya. Jadi janganlah terburu-buru dalam mengambil keputusan, karena kesalahan dan penyesalan terbesar dalam hidup manusia menurut saya adalah salahnya memilih pasangan hidup. Takutlah akan TUHAN dan bersandar pada-Nya, jangan pada pengertian kita sendiri. Hanya Dia yang berkuasa menentukan jalan kita.

Jangan tangisi orang yang sudah pergi dalam hidup kita, baiklah kita hidup menghamba di hadapan TUHAN. Jangan paksakan kehendakmu sendiri tanpa mau perduli pendapat TUHAN. Datanglah pada Kasih yang sejati itu agar kita kenal bagaimana kasih yang benar itu. Dekatkan hati kita pada-Nya saja, selalu pada-Nya. Akhir kata saya akan mengutip perkataan hamba-Nya ini:

Cinta pertama saya sejak saya muda Nama-Nya adalah YESUS dan sampai sekarang masih YESUS.

Pasangan bukanlah tempat kita menemukan cinta sejati, karena cinta sejati itu adalah TUHAN YESUS KRISTUS.

Mazmur 115:1 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s