Kebahagiaan (Happiness)

Most successful people are successful because they do what they love-So focus on happiness and success will come, not the other way around. – Heather Habura [Television Personality, Pageant Coach, Modeling Instructor, Dancer, Dance Instructor, Choreographer for Ohio, Pennsylvania, West Virginia]

Pernyataan tersebut sebetulnya sedikit menarik perhatian saya karena sebelumnya saya sedikit menaruh perhatian ketika saya sedang iseng mencari sebuah ide-ide bebas yang dikemukakan oleh pembicara tentang kesuksesan dalam situs online Ted.com. Beranjak dari pendapat tersebut saya kemudian mencari pembicaraan-pembicaraan tentang kebahagiaan (happiness). Saya sedikit mencoba mendengarkan tentang Happiness and design – Sagmeister. Kurang lebih video presentasi itu berbicara tentang visualisasi yang akan membuat kita bahagia:

visualitation of happiness

Meskipun kebanyakan hal yang nyeleneh ada di dalam video ini, skip saja, tetapi yang bisa ditangkap adalah kebahagiaan dicari oleh orang banyak dengan membuat sesuatu menjadi cocok dengan dirinya. Jika dipikir ulang, apa sebetulnya yang membuat kita benar-benar bahagia ketika melakukan sesuatu? Hal itu tentu berasal dari dalam dan bukan dengan melakukan visualisasi terhadap kebahagiaan sehingga seolah-oleh kita dinyamankan dengan hal itu. Pada gambar di atas, ada suatu visualisasi terhadap bagian atap dengan menempelkan gambar langit yang akan dapat membuat kita lebih nyaman dibandingkan hanya dengan atap biasa.

Jikalau kita sukses karena kita mencintai apa yang kita lakukan dan kita fokus kepada apa yang membuat kita bahagia ketika melakukannya, lalu apa kebahagiaan? Jikalau kita kembali kepada Alkitab, sedikit hal yang membukakan mata adalah jikalau dibaca sekilas dalam Matius 5, sangat bertentangan dengan konsep kebahagiaan = kenyamanan dan jikalau kita hanya berharap kepada Kristus untuk hidup ini saja, kita adalah orang yang paling malang (1 Korintus 15:19). Artinya iman kita worth living for and dying for (Nick). Paulus yang menulis kitab Korintus ini berkata: “hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”, hal yang menarik ketika saya membaca terjemahan The Message dari Matius 5:5-6, berikut sedikit kutipannya:

You’re blessed when you’re content with just who you are — no more, no less. That’s the moment you find yourself proud owners of everything that can’t be bought. You’re blessed when you’ve worked up a good appetite for God. He’s food and drink in the best meal you’ll ever eat.

Kasih-Nya memberdayakan kita untuk bergerak ke arah yang tepat. Kebahagiaan tidak kita miliki ketika kita membeli ini-itu, melakukan apa saja yang kita mau, dan katakan kita berhasil tapi itu tak juga memberi kebahagiaan. Arah yang tepat di mana kebahagiaan berhembus adalah ketika kita puas dengan keberadaan kita karena TUHAN, bekerja dengan penuh gairah untuk TUHAN, terkoneksi dengan orang lain untuk mendukung dan bekerjasama dan bukan untuk menindas, ketika kita memiliki rasa lapar, dst.

9b

http://www.liftbump.com/

Breanna Mendoza adalah perempuan yang mengidap cacat bawaan yang mengubah bentuk wajahnya, sehingga orang-orang disekitarnya pada waktu itu menghinanya karena cacat yang dialaminya. Ia sempat memutuskan untuk berhenti bersekolah karena bullying yang diterimanya. Ia kemudian mendapatkan kebahagiaan ketika bertemu dengan Heather Marshall yang adalah seorang fotografer lokal yang tergerak oleh kisahnya dan beberapa orang lainnya. Ia kemudian menghubungi salon kecantikan Blush Beauty untuk membuat Breana merasa lebih cantik dan menjakjubkan.

12

Tentu make-up tidak akan membantunya mengubah bentuk wajahnya, tapi hal itu membuatnya merasa lebih baik. Dengan keberadaan orang-orang disekelilingnya ia dapat merasa lebih bahagia. Keberadaan kita dan pengaruh kita terhadap sekeliling kita merupakan bagian penting dari detail kebahagiaan yang dapat membentuk paradigma seseorang untuk lebih berpikir positif.

13

Berikut sedikit kutipan dari Breana:

“Just treat people the way you want to be treated. If only more people went just a little bit out of their way to help people feel special, there would be a lot more happiness going around.”

[opini bebas]

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s