Takdir

Takdir adalah sebuah kekuatan (power) atau agen yang menetapkan sebelumnya dan memerintahkan perjalanan dari suatu kejadian. Takdir menterjemahkan kejadian-kejadian sebagai tidak dapat dihindari atau ditolak. Konsep ini berdasar kepada tatanan alam yang menentukan segala sesuatu dan dalam beberapa konsepsi berbicara tentang kosmos.[1]

Jika takdir merupakan konsep yang berdasar kepada tatanan alam, maka konsep ini bertumpu kepada Geosentrisme yang juga diambil oleh Yudaisme Ortodoks yang percaya kepada teori relativitas yang menyatakan ilmu alam mendeklarasikan dengan kepastian absolut bahwa dari segi sudut pandang ilmiah kedua kemungkinan itu valid, yaitu bumi mengitari matahari, atau matahari mengitari bumi.[2] Jika manusia mengetahui kemungkinan secara valid/absolut/pasti, maka hal itu bukan lagi merupakan kebenaran yang diyakini oleh iman, karena oleh iman kita percaya meski tidak melihat dan memiliki dasar yaitu firman TUHAN.  Jika kita percaya kepada Geosentrisme, maka kita juga percaya kepada bulan-bulan, tanggal-tanggal tertentu, dan hari-hari tertentu yang cenderung agamawi saja. Kebenaran ilmiah memang perlu dibuktikan secara nyata di lapangan (empiric), tetapi jangan mencampurkan kebenaran ilmiah dengan kebenaran yang kita yakini secara iman karena hanya akan menimbulkan distraksi pemikiran dan keambiguan.

fate

Courtesy of: www.scriptmag.com

TUHAN tidak terhampiri (1 Timotus 6:16) dan tidak seorang pun pernah melihat Dia. Dia tidak pernah dapat kita lihat (Ayub 4:15-16) dan tidak ditelusuri oleh hikmat manusia. Kita tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan-Nya dari awal sampai kepada akhir (Pengkhotbah 3:11). Dalam terjemahan Good News Bible dikatakan pada ayat 12 “ So I relized that all we can do is be happy and do the best we can while we are still alive”. Artinya kita hanya dapat melakukan yang terbaik selama kita hidup.

TUHAN adalah kebenaran, Dia adalah terang hidup. Tidak ada hikmat yang pasti untuk menentukan sesuatu pasti akan menjadi seperti ini atau seperti itu. Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN (Amsal 9:10). Wisdom is a principal thing ……… (Proverbs 4:7 – KJV). Kita hanya dapat mencari hikmat dengan menundukkan diri kepada TUHAN. Kita memiliki porsi untuk bertindak. Pencipta kita memberikan kita porsi untuk bergerak. Memang Ia menentukan segala sesuatu, tetapi Ia telah menunjukkan kepada kita kehidupan dan kematian (Ulangan 30:15), Ia menunjukkan kita jalan yang harus kita tempuh. Tetapi jika kita tidak mau menempuhnya dan kecelakaan menimpa, apakah itu takdir?

Dengan hikmat TUHAN menetapkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya dasar langit (Amsal 3:19-20). Meskipun Ia kaya akan kebenaran, Ia tidak menindasnya (Ayub 37:24). TUHAN memberikan kepada setiap orang menurut haknya dan Ia tidak memperlakukan orang dengan tidak adil.

Kutipan:

[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Destiny

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Geosentrisme

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s