Keruh

Hentakan lagu mengalun sayup
Terdengar seperti suara teriakan dari jauh
Diringi decikan besi tua

Situasi seperti ini..

Tenggelamkan aku dalam samudera yang keruh
Putar aku dalam arusnya
Biarkan aku keras bagai karang
Di dasar laut emosi

Lalu terang itu kembali datang..

Terang yang dahulu celikkan mataku
Terang abadi sinari gelapku yang sementara
Mengoyakkan nuraniku
Muntahkan aku dari dalam samudera
Peluk aku dalam penerimaan

Terang itu bersinar bersama hujan
Menyebar bersama pada tanah gersang
Hidupkan kembali batinku yang keras

Dengar..
Perlahan suara itu berbisik bersama sorot sinar yang amat terang

“Aku mengasihimu”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s