Menikmati Kekurangan dan Kelebihan

Keluaran 20:12  Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. {Mat 15:4; Mrk 7:10; Ef 6:2-3}

Tulisan kali ini berbicara tentang hubungan, khususnya antara orang tua dengan anak, yang saya dapat tadi malam, di tengah listrik yang mati dan saya sedang membaringkan diri. Di situ hati nurani saya banyak mengajari saya tentang hal ini yang mau saya bagikan. Saya tidak berani mengatakan bahwa TUHAN yang berbicara, karena yang saya dengar tipis sekali dengan suara hati nurani saya, tapi yang saya tahu suara yang menuntun saya ini bukan dari diri saya. Kenapa saya katakan bahwa saya tidak berani berkata bahwa yang saya dengar ini adalah dari TUHAN? Karena saya sadar diri bahwa saya sendiri masih sering melakukan kesalahan dan terkadang saya sendiri masih takjub bahwa TUHAN Yang Maha Kuasa, Yang tidak pernah saya lihat, Maha Sempurna, Pencipta Segala-galanya, Yang menyatakan Diri-Nya dan Kasih-Nya kepada saya melalui Tuhan Yesus Kristus, mau berbicara kepada saya yang penuh cacat, merupakan ciptaan-Nya (bagian diri-Nya yang Maha Sempurna dan Maha Mulia), dan penuh keterbatasan. Jauh di dalam diri saya tersimpan rasa sadar diri yang mengakui Kesempurnaan dan Ketidakterbatasan-Nya. Semua yang saya ketahui tentang nurani yang mengajar saya ini adalah bahwa ini menuntun saya kepada kebenaran Firman-Nya yang menjadi Pelita bagi kaki saya dan terang bagi jalan saya.

Setelah konsep mengenai suara hati nurani yang mengajar saya pada malam hari itu menjadi jelas, saya terlebih dahulu akan menyimpang ke dalam apa yang saya maksud dengan ‘kelebihan dan kekurangan’, serta bagaimana menikmatinya. Setiap orang secara umum memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua kita dilahirkan dengan talenta yang harus diolah dari nol, ditambah kita memang terlahir dengan berbagai macam karakter. Ada yang introvert, ada juga yang ektrovert. Setahu saya hal ini tidak bisa dirubah. Begitu juga dengan orang tua kita. Dibalik ketangguhan dan kelebihan orang tua, ada kekurangannya. Sebagai anak, kebanyakan kita cenderung menuntut orang tua agar menjadi sempurna, padahal mereka sudah berusaha. Saya akui, itu yang saya lakukan. Sampai suatu malam di tengah sifat keras kepala saya, batin saya menegur saya:

Nikmatilah kekurangan dan kelebihannya. Dia adaah orang yang melaluinya Aku memberikan engkau makan ‘manna’. Ketika engkau tidak mendengarkan dia, engkau tidak mendengarkan Aku. Tidak menghormatinya adalah dosa yang cukup berat, letaknya setelah larangan terhadap penyembahan berhala [dan tidak menghormati Nama-Ku]. Ketika ia telah terlalu tua nanti, kamu akan menyesal telah menyia-nyiakan hubunganmu dengannya. (3/5/2017 – 22.04)

Kata-kata dalam hati saya ini menghentikan setiap pemberontakan di dalam pikiran saya. Suara ini menuntun saya kepada terang Firman. Pikiran saya seperti di-tuning ulang untuk mencintai dan menikmati kekurangan orang tua saya. Semua berkas-berkas yang ‘berserakan’ tentang kelebihan-kelebihan orang tua saya mulai terkumpul dengan rapih, semua kekaguman dan rasa hormat terhadap setiap bait perkataan orang tua saya mulai muncul kembali. Secara tidak sadar saya masih menutupi mata saya dengan kekurangan-kekurangan mereka dan mengingat yang buruk tentang mereka. Ketika saya kembali kepada dasar kebenaran firman untuk mencintai dan mengasihi, selaput yang menutupi mata saya lenyap. Saya adalah orang yang rela kesalahannya dieksploitasi, jadi anggaplah kerelaan saya diperhitungkan Tuhan Yesus Kristus dan menjadi tiket bagi banyak orang untuk dilepaskan dan diluputkan dari kesalahan serupa. Tuhan Yesus Kristus memberkati!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Nulis, Share dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s