Penistaan Agama (Pasal 156a KUHP)

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

  1. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
  2. Dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa

Jika dilihat pada konteksnya, unsur tindak pidana (straafbar feit) penistaan yang dimaksud pada Pasal 156a KUHP adalah: Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Hukum

Direncanakan Lebih Dahulu (met voorbedachte rade)

Baru-baru ini heboh terdengar tentang hasil sidang dari Putusan Sidang Jessica Wongso yang menyatakan bahwa Jessica Kumala Wongso terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana 20 tahun berdasarkan kepada Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Jika kembali melihat kepada putusan yang dibacakan oleh hakim, unsur-unsur yang dipaparkan oleh hakim dalam putusannya adalah tentang kesengajaan yang akhirnya merujuk kepada mengetahui dan menghendaki (opzet willens en weten). Hal tersebut juga terkait kepada perbuatan sengaja yang telah direnungkan terlebih dahulu (dolus premeditatus). Selanjutnya menurut hakim karakteristik Pasal 340 KUHP adalah:

  1. Pelaku memutuskan kehendak dalam keadaan tenang;
  2. Ada jangka waktu yang cukup antara keputusan kehendak dan pelaksanaa kehendak;
  3. Pelaksanaan kehendak dilakukan dalam keadaan tenang.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hukum | Meninggalkan komentar

Keruh

Hentakan lagu mengalun sayup
Terdengar seperti suara teriakan dari jauh
Diringi decikan besi tua Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi | Meninggalkan komentar

Lust

Cinta bisa berubah menjadi begitu hitam
Tapi pekat warna hitam itu muncul dari mana?
Mungkin itu metafora tentang pemberontakan yang diam di nadimu
Pemberontakan yang menyeret dan menggulungmu bagai ombak
Membuat hatimu tak dapat bernafas
Kemudian nuranimu membatu Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi | Meninggalkan komentar

Narkoba

Tindak pidana mengenai narkotika kita kenal sebagai sebuah kejahatan yang sangat terorganisir dan sangat merusak sebuah bangsa. Berdasarkan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang 35 tahun 2009, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hukum | Meninggalkan komentar

Death Penalty

Today when I read in  article 2 verse 2 of Acts No. 31/1999 about the Abolition of corruption, I found that Indonesia acknowledges the death penalty of corruption crime. I took a time or a while to think and heard some opinion of David R. Dow and Bryan Stevenson. I also read other articles www.amnesty.org that death penalty isn’t the solution to stop the crime. Instead, it’s a symptom of cultural violence. I don’t know what I have to say about this, we had executed many people of the international drug trade and we did this, right? But I have to agree that if we can handle this issue more effective before it emerge, maybe it’s the good thing to do rather than taking others life that even do not guarantee if that crime won’t happen again in the future. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hukum | Meninggalkan komentar

Kejahatan Seksual

Baru-baru ini berbagai kasus mengenai kejahatan seksual mulai bermunculan. Sebenarnya seberapa besarkah sebetulnya tingkat kejahatan kesusilaan ini di Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya? Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik, jumlah kejahatan kesusilaan (perkosaan dan percabulan) di Indonesia pada tahun 2010-2014 cenderung fluktuatif. Pada tahun 2012 tercatat sebanyak 5.102 kasus, menurun menjadi 4.850 kasus pada tahun 2013, tetapi meningkat pada tahun 2014 menjadi 5.499 kasus. Berikut statistik kriminal dari tahun 2010-2014:[1] Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hukum | Meninggalkan komentar

You

What did you see from this saint?

Don’t you see defects too from all the saints and prophets?

Just stop from thinking that I Am looking for your sins when you come to Me

I cast them away when you come

I just really want you when you come

I died on the cross so we will never be separated

I bore the condemnation

So don’t condemn yourself when you come to Me

I want you from within

Changing you from within when I meet you

I don’t want to meet your sins when you come

I want to meet you

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Acceptance

I am a stranger

Searching for misteries

Looking for treasures from the deepest caves

As a stranger

Sometimes i lost my way

And i didn’t have compass

I think my life was a mistake

I laid down

I was too ashamed to tell anyone

That i was lost sometimes

Immediately

A Man came and held my hand

“Let’s go!”

But i answered, “I am lost”

Then He replied, “But you are found and I know the way. Remember, if you find someone who lost, tell them, I know the way. And like I guide and love you, do the same to others.”

Dipublikasi di Puisi | Meninggalkan komentar

Your Little Feet

 

 

7798966898_ccedf1d935_b.jpg

courtesy of flickr.com

Take time with Me

Take Me back

When your little feet was on the sand

I was there..

We walked and ran together

It was Me

I AM..

I held your hands when you walked around through the wilderness

Until now, it’s still Me

Your little feet may grow

But I do not change

Dipublikasi di Puisi | Meninggalkan komentar